Yuni Candra Eka Putri Purnaning
STr. Keperawatan Lawang Tingkat 1
yunicandra1999@gmail.com
Karya ilmiah merupakan salah satu jenis dari ragam bahasa. Menurut Brotowidjojo (1988) karya ilmiah adalah sebuah karya yang ditulis berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya. Menulis karya ilmiah tidaklah mudah, harus dapat dipertanggung jawabkan serta memenuhi kaidah baik dan benar.
Karya ilmiah yang benar belum tentu baik. Dapat dikatakan benar apabila suatu karya memenuhi kaidah atau aturan penuliasan karya ilmiah. Sedangkan karya yang baik apabila patuh terhadap etika. Selain itu karya ilmiah juga tidak diperbolehkan plagiasi. Pengertian plagiat menurut Pasal 1 angka 1 Permendiknas (2010) adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah orang lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara jelas, tepat, dan memadai. Orang yang mengambil karangan orang lain dan disiarkan sebagai karangan sendiri disebut plagiator (Didin Widyartono, 2012). Plagiasi dapat dihindari dengan cara :
Menyiapkan beberapa referensi yang bersumber dari jurnal ataupun artikel.
Referensi yang diambil harus jelas siapa penulisnya, jangan sampai mengutip artikel seorang plagiator. Dapat diakses di google scholar, research gate, doaj, atau garuda risetdikti.
Menggunakan teknik penulisan kutipan yaitu kutipan langsung dan tidak langsung.
Kutipan langsung adalah kegiatan salin timpa yang sama persis dengan kalimat orang lain dengan kewajiban menyantumkan informasi penulis sebenarnya dengan jelas. Sedangkan kutipan tidak langsung adalah kegiatan salin timpa ide orang lain yang ditulis kembali dengan kalimat sendiri namun tetap berkewajiban menyantumkan informasi penulis sebenarnya dengan jelas. Menurut Didin Widyartono (2015:18) kutipan langsung memiliki tiga model yaitu kutipan ringkas <40 kata, kutipan ringkas 41-250 kata, dan kutipan panjang sebagian dihilangkan.
Menulis daftar rujukan
Menurut Suyitno (2011) daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, artikel, jurnal, atau bahan lainnya yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung dapat diperoleh dari hasil membaca buku ataupun dari internet. Cara menulis daftar rujukan di dunia internasional diantaranya adalah gaya APA, Harvard, dan Chicago.
Mengecek tingkat plagiasi artikel yang telah dibuat.
Dapat diakses di smallseotools.com
Daftar Rujukan
Perpustakaan IAIN Antasari.2010. Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, (Daring), (https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=pengertian+plagiasi&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DTfR3dJMgqM4J), diakses tanggal 4 Oktober 2018.
Santoso, H.2011. Kompetensi Dasar Pustakawan dalam Menulis Karya Ilmiah, (Daring), (https://scholar.google.co.id/scolar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=pengertian+ragam+ilmiah&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DwSFvajMHkg0J), diakses tanggal 4 Oktober 2018.
Santoso, H.2015. Pengembangan Berpikir kritis dan Kreatif Pustakawan dalam Penulisan Karya Ilmiah, (Daring), (https://scholar.google.co.id/scolar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=menulis+daftar+rujukan&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DtMR84EGVP_4J), diakses tanggal 4 Oktober 2018.
Widyartono, D.2012. Plagiat, (Daring), (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat), diakses tanggal 4 Oktober 2018.
Widyartono, D.2015. Panduan Menulis Karya Ilmiah Di Perguruan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Bahasa Indonesia
Senin, 08 Oktober 2018
PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN PERAN KEPERAWATAN GERONTIK SERTA PENYAKIT PADA LANSIA
Yuni Candra Eka Putri Purnaning
Str Keperawatan Lawang Tingkat I
yunicandra1999@gmail.com
Abstrak: Keperawatan gerontik adalah kegiatan keperawatan yang dilakukan kepada lansia. Tujuan adanya keperawatan gerontik adalah untuk meminimalisir penyakit yang terjadi saat usia lanjut. Selain itu, keperawatan gerontik juga dapat membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang. Asuhan keperawatan gerontik dapat dilakukan di rumah maupun di panti dengan bantuan tenaga medis yang ahli dibidangnya. Jika perawatan pada lansia dapat dilakukan dengan benar, maka penyakit pada lansia dapat diatasi dengan baik. Hal ini akan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit pada lansia. Penyakit yang rentan menyerang lansia antara lain hipertensi, atritis, dan stroke. Penyebabnya beragam, bisa dari pola makan, tingkat emosional dan gaya hidup yang tidak sehat.
Kata kunci: Keperawatan gerontik, penyakit lansia.
Pendahuluan
Keperawatan adalah suatu kegiatan mencegah suatu penyakit, merawat agar suatu penyakit tidak bertambah parah, dan memenuhi suatu kebutuhan dasar manusia. Keperawatan dapat dilakukan oleh diri sendiri dan atau orang lain yang ahli dibidangnya. Seseorang yang sehat jasmani dan rohani tentu dapat merawat dan memenuhi kebutuhannya masing-masing. Namun seseorang yang sakit tidak dapat melakukannya dengan baik bahkan tidak dapat melakukannya sama sekali, hal ini kebanyakan terjadi pada lansia. Disinilah keperawatan gerontik berperan.
Keperawatan gerontik adalah keperawatan yang menangani segala aspek yang terjadi pada lansia. Mulai dari cara memenuhi kebutuhan dasar pada lansia hingga penyakit yang berisiko menyerang lansia.Tidak dapat dipungkiri, semakin bertambah usia akan semakin menurun sistem imunitas tubuh. Sehingga risiko terserang penyakit akan semakin bertambah. Disisi lain, saat usia bertambah tingkat emosional juga tidak stabil. Bisa terjadi emosi mendadak tanpa penyebab yang jelas. Stres akibat rasa takut menghadapi kematian juga bisa terjadi. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan lansia.
Pembahasan
Pengertian Keperawatan Gerontik
Dunia kesehatan tidak dapat terlepas dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat. Dokter dan perawat tentunya memiliki ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Ada berbagai macam ilmu keperawatan, salah satunya adalah ilmu keperawatan gerontik. Suatu kegitan yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan, perlindungan, dan pertolongan kepada usia lanjut atau lansia secara individu oleh perawat baik di rumah atau panti disebut asuhan keperawatan gerontik (Depkes, 1993).
Kozier (1987) menyatakan keperawatan gerontik adalah praktek perawatan yang berhubungan dengan penyakit pada saat proses penuaan. Sedangkan Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek menua (Kozier, 1987). Berdasarkan ketiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan yang berfokus pada kesehatan lansia.
Tujuan Keperawatan Gerontik
. Semua hal termasuk ilmu yang dipelajari, pasti memiliki tujuan masing-masing. Tujuan keperawatan gerontik adalah memenuhi kenyamanan lansia, mempertahankan fungsi tubuh, serta membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang dan damai (Maryam, 2008). Untuk itu, merawat lansia hendaknya hati-hati agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal. Tidak harus mengambil program studi keperawatan gerontik, cukup tau dan memahami ilmu dasar merawat lansia karena suatu saat semua orang akan merawat orang tuanya.
Saat usia lanjut, akan terjadi masa pubertasi kedua. Ditandai dengan tingkah laku seperti anak kecil dan tingkat emosional yang tidak stabil. Emosi yang memuncak bisa mengakibatkan stres. Stres juga bisa disebabkan adanya rasa takut menghadapi kematian. Maka dari itu, pemahaman terhadap tingkat emosional lansia diperlukan untuk mencapai tujuan keperawatan gerontik.
Fungsi Keperawatan Gerontik
Setiap tahun, manusia akan mengalami pertambahan usia dan hal ini tidak dapat dihindari oleh siapapun. Semakin usia bertambah, fungsi kerja tubuh akan semakin berkurang, disinilah timbul fungsi keperawatan gerontik. Eliopoulus (2005) mengatakan fungsi dari keperawatan gerontik antara lain membimbing orang disegala usia untuk mencapai masa tua yang sehat, menghilangkan rasa takut tua, memantau dan mendorong kualitas pelayanan, memerhatikan serta mengurangi resiko kesehatan dimasa tua, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.
Peran Keperawatan Gerontik
Untuk melakukan fungsi keperawatan gerontik, perawat sebagai pihak yang profesional turut berperan aktif. Peran perawat gerontik secara umum yaitu :
Pemberi pelayanan kesehatan.
Edukator. Mengajarkan dan membimbing klien lansia agar mereka mandiri dan merasa mempunyai andil dalam kesehatan tubuhnya (Miller, 2012).
Manajer. Potter dan Perry (2005) menyatakan bahwa perawat manajer harus mampu menyeimbangkan semua aspek yang berkaitan dalam proses asuhan keperawatan klien yaitu klien, perawat, dan keluarga klien.
Advokat.
Peneliti.
Konselor.
Peran perawat gerontik disesuaikan dengan keadaan klien. Perawat harus memahami keadaan klien, tidak boleh dipaksakan. Hal ini dilakukan demi kebaikan klien.
Penyakit pada Lansia
Penyakit menyerang tubuh manusia tidak memandang usia, siapapun dapat terkena penyakit. Namun saat usia lanjut tubuh akan lebih rentan terkena penyakit karena fungsi imun tubuh semakin menurun. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013) penyakit yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah hipertensi, artritis (radang sendi), stroke, penyakit paru obstruktif kronis, dan diabetes terutama diabetes melitus. Kelima penyakit ini tidak dapat diremehkan, satu penyebab saja dapat menimbulkan beberapa penyakit, seperti makanan yang mengandung banyak lemak dapat menimbulkan komplikasi.
Hipertensiatau tekanan darah tinggi, menjadi penyakit pertama yang paling sering diderita lansia. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan darah distolik lebih dari 90mmHg (Mansjoer, 2001). Soeharto (2002) menyatakan hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah naik dan bertahan pada tekanan tersebut walaupun dalam keadaan relaks. Penyebab utamanya adalah pola makan. Selain itu obesitas, merokok, dan kebiasaan minum alkohol juga dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke secara tiba-tiba.
Penyakit kedua adalah artritis (radang sendi). Dikutip dari helloSEHAT (2017) artritis adalah peradangan sendi yang dapat menyebabkan rasa sakit bagi penderita saat melakukan aktivitas atau bergerak. Penyebab artritis sangat beragam, beda penyebab maka berbeda pula nama penyakitnya.
Depkes RI (1996) mengatakan bahwa stroke adalah kerusakan jaringan otak akibat terhentinya saluran darah ke otak secara tiba-tiba. Terhentinya saluran darah ke otak tersebut dapat disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah karena lemak atau karena pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke biasanya dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut cara terjadinya, stroke dibagi dua macam, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik (Misbachdalam, 2009).
Dilansir dari detikhealth penyakit paru obstruktif kronis telah diprediksi oleh WHO akan menjadi penyebab kematian ke-3 di dunia pada tahun 2002. “Penyebab utama PPOK adalah asap rokok dan polusi udara”. (Hadiarto Mangunnegoro, 2009). Dilihat dari penyebabnya memang tidak dapat dipungkiri penderita PPOK akan terus meningkat, karena jumlah perokok juga semakin banyak begitu juga dengan polusi udara.
Makanan memang sering diremehkan tingkat kesehatannya, tidak sedikit yang beranggapan banyak makan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga penyakit tidak dapat menembus benteng pertahanan tubuh yaitu sistem imun. Pemikiran seperti inilah yang akan menyebabkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang timbul karena kesalahan pola makan adalah diabetes melitus. Dikutip dari Wikipedia (2014) diabetes melitus atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis disebabkan oleh kurangnya hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Jika hormon insulin menurun maka gula dalam darah tidak dapat diproses, terjadilah penyakit diabetes melitus atau penyakit kencing manis.
Setelah mengetahui beberapa penyakit yang rentan menyerang lansia , dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut bukanlah penyakit yang dapat diremehkan. Dengan perawatan yang baik, berbagai penyakit yang akan terjadi dapat dicegah. Diperlukan adanya ilmu keperawatan gerontik untuk menangani penyembuhan penyakit dan terapi medis usia lanjut yaitu geriatrik (Arnoc Amin Tohari, 2011).
Penutup
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan pada lansia yang sangat penting untuk dilakukan demi tercapainya usia lanjut yang sehat dan siap dalam menghadapi kematian. Hal ini dapat dilakukan oleh diri sendiri dirumah ataupun oleh tenaga medis di panti.
Daftar Rujukan
Al-Maqassary, A.2013. Pengertian Strok Menurut Para Ahli, (Daring), (www.e-jurnal.com2013/12/pengertian-strok-menurut-para-ahli.html), diakses 6 September 2018.
Anggraini, D.2015. Keperawatan Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/2015/11/18keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 September 2018.
Anggraini, D.2018. Fungsi Perawat Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/keperawatan-gerontik/fungsi/), diakses tanggal 6 September 2018
Atmaja, A.2009. Konsep Dasar Keperawatan Gerontik, (Daring), (nurscerdas.wordpress.com/2009/01/12/keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
detikHealth.2009. Penyakit Paru Obstruktif Kronik Makin Jadi Ancaman, (Daring), (m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-1159570/penyakit-paru-obstruktif-kronik-makin-jadi-ancaman), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
Edwar, E.2018. Keperawatan Gerontik : Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya, (Daring), (www.erwinedwar.com/2018/05/keperawatan-gerontik-pengertian-tujuan.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Hadijah, S. 2017. Hipertensi : Penyebab Hipertensi, Gejala Hipertensi, Pengobatan dan Pencegahannya, (Daring), (www.cermati.com/artikel/hipertensi-penyebab-hipertensi-gejala-hipertensi-pengobatan-dan-pencegahannya), diakses 6 September 2018.
Muhith, A., Siyoto, S.2016. Pendidikan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=U6ApDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:JXpfAv0pAzEJ:scholar.google.com/&ots=k_DMKDbZBK&sig=FXGR_6FaMyEk1xmn5CuNwcp8ycs&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Purwita, R.2017. Peran Perawat Gerontik, (Daring), (www.scribd.com/document/368248235/Peran-Perawat-Gerontik), diakses tanggal 6 September 2018
Samiadi, L.A.2017. Arthritis, (Daring), (hellosehat.com/penyakit/arthritis/), diakses tanggal 6 September 2018.
Sukrillah, U.A.2015. Konsep Asuhan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=58gFDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA69&dq=info.93AWhmsRhpQJ:scholar.google.com/&ots=IFa-70-adN&sig=vveNayYYMtbBfEiNHJwJnhxS8gk&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Tohari, A.A.2011. Askep Geriatrik, (Daring), (arnocamintohari.blogspot.com/201101/askep-geriatrik_8479.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Veratamala, A.2017. 5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia, (Daring), (hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/5-penyakit-pada-lansia-di-indonesia/), diakses tanggal 6 September 2018.
Widyaningrum, S.2013. Hubungan antara Konsumsi Makanan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia, (Daring), (http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5568), diakses tanggal 21 September 2018.
Wikipedia.2014. Diabetes Melitus, (Daring), (id.m.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus), diakses tanggal 6 September 2018.
Str Keperawatan Lawang Tingkat I
yunicandra1999@gmail.com
Abstrak: Keperawatan gerontik adalah kegiatan keperawatan yang dilakukan kepada lansia. Tujuan adanya keperawatan gerontik adalah untuk meminimalisir penyakit yang terjadi saat usia lanjut. Selain itu, keperawatan gerontik juga dapat membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang. Asuhan keperawatan gerontik dapat dilakukan di rumah maupun di panti dengan bantuan tenaga medis yang ahli dibidangnya. Jika perawatan pada lansia dapat dilakukan dengan benar, maka penyakit pada lansia dapat diatasi dengan baik. Hal ini akan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit pada lansia. Penyakit yang rentan menyerang lansia antara lain hipertensi, atritis, dan stroke. Penyebabnya beragam, bisa dari pola makan, tingkat emosional dan gaya hidup yang tidak sehat.
Kata kunci: Keperawatan gerontik, penyakit lansia.
Pendahuluan
Keperawatan adalah suatu kegiatan mencegah suatu penyakit, merawat agar suatu penyakit tidak bertambah parah, dan memenuhi suatu kebutuhan dasar manusia. Keperawatan dapat dilakukan oleh diri sendiri dan atau orang lain yang ahli dibidangnya. Seseorang yang sehat jasmani dan rohani tentu dapat merawat dan memenuhi kebutuhannya masing-masing. Namun seseorang yang sakit tidak dapat melakukannya dengan baik bahkan tidak dapat melakukannya sama sekali, hal ini kebanyakan terjadi pada lansia. Disinilah keperawatan gerontik berperan.
Keperawatan gerontik adalah keperawatan yang menangani segala aspek yang terjadi pada lansia. Mulai dari cara memenuhi kebutuhan dasar pada lansia hingga penyakit yang berisiko menyerang lansia.Tidak dapat dipungkiri, semakin bertambah usia akan semakin menurun sistem imunitas tubuh. Sehingga risiko terserang penyakit akan semakin bertambah. Disisi lain, saat usia bertambah tingkat emosional juga tidak stabil. Bisa terjadi emosi mendadak tanpa penyebab yang jelas. Stres akibat rasa takut menghadapi kematian juga bisa terjadi. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan lansia.
Pembahasan
Pengertian Keperawatan Gerontik
Dunia kesehatan tidak dapat terlepas dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat. Dokter dan perawat tentunya memiliki ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Ada berbagai macam ilmu keperawatan, salah satunya adalah ilmu keperawatan gerontik. Suatu kegitan yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan, perlindungan, dan pertolongan kepada usia lanjut atau lansia secara individu oleh perawat baik di rumah atau panti disebut asuhan keperawatan gerontik (Depkes, 1993).
Kozier (1987) menyatakan keperawatan gerontik adalah praktek perawatan yang berhubungan dengan penyakit pada saat proses penuaan. Sedangkan Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek menua (Kozier, 1987). Berdasarkan ketiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan yang berfokus pada kesehatan lansia.
Tujuan Keperawatan Gerontik
. Semua hal termasuk ilmu yang dipelajari, pasti memiliki tujuan masing-masing. Tujuan keperawatan gerontik adalah memenuhi kenyamanan lansia, mempertahankan fungsi tubuh, serta membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang dan damai (Maryam, 2008). Untuk itu, merawat lansia hendaknya hati-hati agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal. Tidak harus mengambil program studi keperawatan gerontik, cukup tau dan memahami ilmu dasar merawat lansia karena suatu saat semua orang akan merawat orang tuanya.
Saat usia lanjut, akan terjadi masa pubertasi kedua. Ditandai dengan tingkah laku seperti anak kecil dan tingkat emosional yang tidak stabil. Emosi yang memuncak bisa mengakibatkan stres. Stres juga bisa disebabkan adanya rasa takut menghadapi kematian. Maka dari itu, pemahaman terhadap tingkat emosional lansia diperlukan untuk mencapai tujuan keperawatan gerontik.
Fungsi Keperawatan Gerontik
Setiap tahun, manusia akan mengalami pertambahan usia dan hal ini tidak dapat dihindari oleh siapapun. Semakin usia bertambah, fungsi kerja tubuh akan semakin berkurang, disinilah timbul fungsi keperawatan gerontik. Eliopoulus (2005) mengatakan fungsi dari keperawatan gerontik antara lain membimbing orang disegala usia untuk mencapai masa tua yang sehat, menghilangkan rasa takut tua, memantau dan mendorong kualitas pelayanan, memerhatikan serta mengurangi resiko kesehatan dimasa tua, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.
Peran Keperawatan Gerontik
Untuk melakukan fungsi keperawatan gerontik, perawat sebagai pihak yang profesional turut berperan aktif. Peran perawat gerontik secara umum yaitu :
Pemberi pelayanan kesehatan.
Edukator. Mengajarkan dan membimbing klien lansia agar mereka mandiri dan merasa mempunyai andil dalam kesehatan tubuhnya (Miller, 2012).
Manajer. Potter dan Perry (2005) menyatakan bahwa perawat manajer harus mampu menyeimbangkan semua aspek yang berkaitan dalam proses asuhan keperawatan klien yaitu klien, perawat, dan keluarga klien.
Advokat.
Peneliti.
Konselor.
Peran perawat gerontik disesuaikan dengan keadaan klien. Perawat harus memahami keadaan klien, tidak boleh dipaksakan. Hal ini dilakukan demi kebaikan klien.
Penyakit pada Lansia
Penyakit menyerang tubuh manusia tidak memandang usia, siapapun dapat terkena penyakit. Namun saat usia lanjut tubuh akan lebih rentan terkena penyakit karena fungsi imun tubuh semakin menurun. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013) penyakit yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah hipertensi, artritis (radang sendi), stroke, penyakit paru obstruktif kronis, dan diabetes terutama diabetes melitus. Kelima penyakit ini tidak dapat diremehkan, satu penyebab saja dapat menimbulkan beberapa penyakit, seperti makanan yang mengandung banyak lemak dapat menimbulkan komplikasi.
Hipertensiatau tekanan darah tinggi, menjadi penyakit pertama yang paling sering diderita lansia. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan darah distolik lebih dari 90mmHg (Mansjoer, 2001). Soeharto (2002) menyatakan hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah naik dan bertahan pada tekanan tersebut walaupun dalam keadaan relaks. Penyebab utamanya adalah pola makan. Selain itu obesitas, merokok, dan kebiasaan minum alkohol juga dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke secara tiba-tiba.
Penyakit kedua adalah artritis (radang sendi). Dikutip dari helloSEHAT (2017) artritis adalah peradangan sendi yang dapat menyebabkan rasa sakit bagi penderita saat melakukan aktivitas atau bergerak. Penyebab artritis sangat beragam, beda penyebab maka berbeda pula nama penyakitnya.
Depkes RI (1996) mengatakan bahwa stroke adalah kerusakan jaringan otak akibat terhentinya saluran darah ke otak secara tiba-tiba. Terhentinya saluran darah ke otak tersebut dapat disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah karena lemak atau karena pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke biasanya dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut cara terjadinya, stroke dibagi dua macam, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik (Misbachdalam, 2009).
Dilansir dari detikhealth penyakit paru obstruktif kronis telah diprediksi oleh WHO akan menjadi penyebab kematian ke-3 di dunia pada tahun 2002. “Penyebab utama PPOK adalah asap rokok dan polusi udara”. (Hadiarto Mangunnegoro, 2009). Dilihat dari penyebabnya memang tidak dapat dipungkiri penderita PPOK akan terus meningkat, karena jumlah perokok juga semakin banyak begitu juga dengan polusi udara.
Makanan memang sering diremehkan tingkat kesehatannya, tidak sedikit yang beranggapan banyak makan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga penyakit tidak dapat menembus benteng pertahanan tubuh yaitu sistem imun. Pemikiran seperti inilah yang akan menyebabkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang timbul karena kesalahan pola makan adalah diabetes melitus. Dikutip dari Wikipedia (2014) diabetes melitus atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis disebabkan oleh kurangnya hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Jika hormon insulin menurun maka gula dalam darah tidak dapat diproses, terjadilah penyakit diabetes melitus atau penyakit kencing manis.
Setelah mengetahui beberapa penyakit yang rentan menyerang lansia , dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut bukanlah penyakit yang dapat diremehkan. Dengan perawatan yang baik, berbagai penyakit yang akan terjadi dapat dicegah. Diperlukan adanya ilmu keperawatan gerontik untuk menangani penyembuhan penyakit dan terapi medis usia lanjut yaitu geriatrik (Arnoc Amin Tohari, 2011).
Penutup
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan pada lansia yang sangat penting untuk dilakukan demi tercapainya usia lanjut yang sehat dan siap dalam menghadapi kematian. Hal ini dapat dilakukan oleh diri sendiri dirumah ataupun oleh tenaga medis di panti.
Daftar Rujukan
Al-Maqassary, A.2013. Pengertian Strok Menurut Para Ahli, (Daring), (www.e-jurnal.com2013/12/pengertian-strok-menurut-para-ahli.html), diakses 6 September 2018.
Anggraini, D.2015. Keperawatan Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/2015/11/18keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 September 2018.
Anggraini, D.2018. Fungsi Perawat Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/keperawatan-gerontik/fungsi/), diakses tanggal 6 September 2018
Atmaja, A.2009. Konsep Dasar Keperawatan Gerontik, (Daring), (nurscerdas.wordpress.com/2009/01/12/keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
detikHealth.2009. Penyakit Paru Obstruktif Kronik Makin Jadi Ancaman, (Daring), (m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-1159570/penyakit-paru-obstruktif-kronik-makin-jadi-ancaman), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
Edwar, E.2018. Keperawatan Gerontik : Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya, (Daring), (www.erwinedwar.com/2018/05/keperawatan-gerontik-pengertian-tujuan.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Hadijah, S. 2017. Hipertensi : Penyebab Hipertensi, Gejala Hipertensi, Pengobatan dan Pencegahannya, (Daring), (www.cermati.com/artikel/hipertensi-penyebab-hipertensi-gejala-hipertensi-pengobatan-dan-pencegahannya), diakses 6 September 2018.
Muhith, A., Siyoto, S.2016. Pendidikan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=U6ApDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:JXpfAv0pAzEJ:scholar.google.com/&ots=k_DMKDbZBK&sig=FXGR_6FaMyEk1xmn5CuNwcp8ycs&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Purwita, R.2017. Peran Perawat Gerontik, (Daring), (www.scribd.com/document/368248235/Peran-Perawat-Gerontik), diakses tanggal 6 September 2018
Samiadi, L.A.2017. Arthritis, (Daring), (hellosehat.com/penyakit/arthritis/), diakses tanggal 6 September 2018.
Sukrillah, U.A.2015. Konsep Asuhan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=58gFDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA69&dq=info.93AWhmsRhpQJ:scholar.google.com/&ots=IFa-70-adN&sig=vveNayYYMtbBfEiNHJwJnhxS8gk&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Tohari, A.A.2011. Askep Geriatrik, (Daring), (arnocamintohari.blogspot.com/201101/askep-geriatrik_8479.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Veratamala, A.2017. 5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia, (Daring), (hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/5-penyakit-pada-lansia-di-indonesia/), diakses tanggal 6 September 2018.
Widyaningrum, S.2013. Hubungan antara Konsumsi Makanan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia, (Daring), (http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5568), diakses tanggal 21 September 2018.
Wikipedia.2014. Diabetes Melitus, (Daring), (id.m.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus), diakses tanggal 6 September 2018.
Minggu, 07 Oktober 2018
BAHASA ASING VS BAHASA INDONESIA
Yuni Candra Eka Putri Purnaning
STr. Keperawatan Lawang
yunicandra1999@gmail.com
Bangsa Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke memiliki banyak perbedaan, salah satunya adalah bahasa. Setiap suku memiliki bahasa yang khas, hal ini menjadi sebuah kendala untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Upaya mengatasinya, tercatat dalam sejarah, bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa pemersatu sejak tahun 1928 dalam peristiwa Sumpah Pemuda. Seiring perkembangan jaman masyarakat Indonesia semakin fasih berbahasa Indonesia dengan baik. Namun, pengaruh globalisasi sangat kuat, sehingga muncullah bahasa gaul atau bahasa pergaulan dikalangan remaja. Selain itu, bahasa asing juga mulai masuk ke Indonesia dan meracuni otak generasi muda melalui berbagai macam cara seperti, film, kata-kata mutiara di media sosial, dan musik.
Dikutip dari Wikipedia, bahasa gaul atau bahasa ABG adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga saat ini menggantikan bahasa prokem yang lebih lazim dipakai pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti : aku → gue; kamu → lo; habis → abis; kalau → kalo; begini → gini; dan lain sebagainya. Tanpa disadari hampir semua remaja menggunakan bahasa gaul, sehingga akan mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas sekolah dengan bahasa baku.
Tidak hanya itu, bahasa asing juga sangat mempengaruhi rasa cinta generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Remaja lebih suka dan merasa lebih hebat jika dapat berbicara bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Korea. Terlihat jelas di sosial media pengungkapan isi hati menggunakan bahasa asing. Saat berbicarapun, dengan mudahnya terucap kata “Saranghae, Aigoo, Morning, Oh My God” dan masih banyak lagi yang lainnya. Mirisnya, ada generasi muda Indonesia yang tidak hafal lagu-lagu nasional namun begitu fasih dalam menyanyikan lagu berbahasa asing.
Saat ini di Indonesia juga banyak tempat wisata atau tempat makan yang menggunakan bahasa asing. Secara tidak langsung hal ini menjadi salah satu penyebab terkikisnya rasa cinta generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa, ada beberapa yang tidak mau masuk jurusan bahasa Indonesia karena dianggap membosankan dan tidak keren. Berbeda dengan jurusan bahasa Inggris, bahasa Jerman, atau bahasa Arab akan dinggap jauh lebih hebat dan membanggakan. Padahal, tidak sedikit orang asing yang tertarik dan mau belajar bahasa Indonesia. Seharusnya yang lahir dan hidup di tanah Indonesia, bisa bangga fasih berbahasa Indonesia dengan benar dan cinta terhadap bahasa Indonesia, serta terus menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia.
STr. Keperawatan Lawang
yunicandra1999@gmail.com
Bangsa Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke memiliki banyak perbedaan, salah satunya adalah bahasa. Setiap suku memiliki bahasa yang khas, hal ini menjadi sebuah kendala untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Upaya mengatasinya, tercatat dalam sejarah, bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa pemersatu sejak tahun 1928 dalam peristiwa Sumpah Pemuda. Seiring perkembangan jaman masyarakat Indonesia semakin fasih berbahasa Indonesia dengan baik. Namun, pengaruh globalisasi sangat kuat, sehingga muncullah bahasa gaul atau bahasa pergaulan dikalangan remaja. Selain itu, bahasa asing juga mulai masuk ke Indonesia dan meracuni otak generasi muda melalui berbagai macam cara seperti, film, kata-kata mutiara di media sosial, dan musik.
Dikutip dari Wikipedia, bahasa gaul atau bahasa ABG adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga saat ini menggantikan bahasa prokem yang lebih lazim dipakai pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti : aku → gue; kamu → lo; habis → abis; kalau → kalo; begini → gini; dan lain sebagainya. Tanpa disadari hampir semua remaja menggunakan bahasa gaul, sehingga akan mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas sekolah dengan bahasa baku.
Tidak hanya itu, bahasa asing juga sangat mempengaruhi rasa cinta generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Remaja lebih suka dan merasa lebih hebat jika dapat berbicara bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Korea. Terlihat jelas di sosial media pengungkapan isi hati menggunakan bahasa asing. Saat berbicarapun, dengan mudahnya terucap kata “Saranghae, Aigoo, Morning, Oh My God” dan masih banyak lagi yang lainnya. Mirisnya, ada generasi muda Indonesia yang tidak hafal lagu-lagu nasional namun begitu fasih dalam menyanyikan lagu berbahasa asing.
Saat ini di Indonesia juga banyak tempat wisata atau tempat makan yang menggunakan bahasa asing. Secara tidak langsung hal ini menjadi salah satu penyebab terkikisnya rasa cinta generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa, ada beberapa yang tidak mau masuk jurusan bahasa Indonesia karena dianggap membosankan dan tidak keren. Berbeda dengan jurusan bahasa Inggris, bahasa Jerman, atau bahasa Arab akan dinggap jauh lebih hebat dan membanggakan. Padahal, tidak sedikit orang asing yang tertarik dan mau belajar bahasa Indonesia. Seharusnya yang lahir dan hidup di tanah Indonesia, bisa bangga fasih berbahasa Indonesia dengan benar dan cinta terhadap bahasa Indonesia, serta terus menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)