Senin, 08 Oktober 2018

PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN PERAN KEPERAWATAN GERONTIK SERTA PENYAKIT PADA LANSIA

Yuni Candra Eka Putri Purnaning
Str Keperawatan Lawang Tingkat I
yunicandra1999@gmail.com


Abstrak: Keperawatan gerontik adalah kegiatan keperawatan yang dilakukan kepada lansia. Tujuan adanya keperawatan gerontik adalah untuk meminimalisir penyakit yang terjadi saat usia lanjut. Selain itu, keperawatan gerontik juga dapat membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang. Asuhan keperawatan gerontik dapat dilakukan di rumah maupun di panti dengan  bantuan tenaga medis yang ahli dibidangnya. Jika perawatan pada lansia dapat dilakukan dengan benar, maka penyakit pada lansia dapat diatasi dengan baik. Hal ini akan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit pada lansia. Penyakit yang rentan menyerang lansia antara lain hipertensi, atritis, dan stroke. Penyebabnya beragam, bisa dari pola makan, tingkat emosional dan gaya hidup yang tidak sehat.
Kata kunci: Keperawatan gerontik, penyakit lansia.

Pendahuluan
Keperawatan adalah suatu kegiatan mencegah suatu penyakit, merawat agar suatu penyakit tidak bertambah parah, dan memenuhi suatu kebutuhan dasar manusia. Keperawatan dapat dilakukan oleh diri sendiri dan atau orang lain yang ahli dibidangnya. Seseorang yang sehat jasmani dan rohani tentu dapat merawat dan memenuhi kebutuhannya masing-masing. Namun seseorang yang sakit tidak dapat melakukannya dengan baik bahkan tidak dapat melakukannya sama sekali, hal ini kebanyakan terjadi pada lansia. Disinilah keperawatan gerontik berperan.
Keperawatan gerontik adalah keperawatan yang menangani segala aspek yang terjadi pada lansia. Mulai dari cara memenuhi kebutuhan dasar pada lansia hingga penyakit yang berisiko menyerang lansia.Tidak dapat dipungkiri, semakin bertambah usia akan semakin menurun sistem imunitas tubuh. Sehingga risiko terserang penyakit akan semakin bertambah. Disisi lain, saat usia bertambah tingkat emosional juga tidak stabil. Bisa terjadi emosi mendadak tanpa penyebab yang jelas. Stres akibat rasa takut menghadapi kematian juga bisa terjadi. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan lansia.

Pembahasan
Pengertian Keperawatan Gerontik
Dunia kesehatan tidak dapat terlepas dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat. Dokter dan perawat tentunya memiliki ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan.  Ada berbagai macam ilmu keperawatan, salah satunya adalah ilmu keperawatan gerontik. Suatu kegitan yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan, perlindungan, dan pertolongan kepada usia lanjut atau lansia secara individu oleh perawat baik di rumah atau panti disebut asuhan keperawatan gerontik (Depkes, 1993).
Kozier (1987) menyatakan keperawatan gerontik adalah praktek perawatan yang berhubungan dengan penyakit pada saat proses penuaan. Sedangkan Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek menua (Kozier, 1987). Berdasarkan ketiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan yang berfokus pada kesehatan lansia.
Tujuan Keperawatan Gerontik
. Semua hal termasuk ilmu yang dipelajari, pasti memiliki tujuan masing-masing. Tujuan keperawatan gerontik adalah memenuhi kenyamanan lansia, mempertahankan fungsi tubuh, serta membantu lansia menghadapi kematian dengan tenang dan damai (Maryam, 2008). Untuk itu, merawat lansia hendaknya hati-hati agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal. Tidak harus mengambil program studi keperawatan gerontik, cukup tau dan memahami  ilmu dasar merawat lansia karena suatu saat semua orang akan merawat orang tuanya.
Saat usia lanjut, akan terjadi masa pubertasi kedua. Ditandai dengan tingkah laku seperti anak kecil dan tingkat emosional yang tidak stabil. Emosi yang memuncak bisa mengakibatkan stres. Stres juga bisa disebabkan adanya rasa takut menghadapi kematian. Maka dari itu, pemahaman terhadap tingkat emosional lansia diperlukan untuk mencapai tujuan keperawatan gerontik.
Fungsi Keperawatan Gerontik
Setiap tahun, manusia akan mengalami pertambahan usia dan hal ini tidak dapat dihindari oleh siapapun. Semakin usia bertambah, fungsi kerja tubuh akan semakin berkurang, disinilah timbul fungsi keperawatan gerontik. Eliopoulus (2005) mengatakan fungsi dari keperawatan gerontik antara lain membimbing orang disegala usia untuk mencapai masa tua yang sehat, menghilangkan rasa takut tua, memantau dan mendorong kualitas pelayanan, memerhatikan serta mengurangi resiko kesehatan dimasa tua, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.
Peran Keperawatan Gerontik
Untuk melakukan fungsi keperawatan gerontik, perawat sebagai pihak yang profesional turut berperan aktif. Peran perawat gerontik secara umum yaitu :
Pemberi pelayanan kesehatan.
Edukator. Mengajarkan dan membimbing klien lansia agar mereka mandiri dan merasa mempunyai andil dalam kesehatan tubuhnya (Miller, 2012).
Manajer. Potter dan Perry (2005) menyatakan bahwa perawat manajer harus mampu menyeimbangkan semua aspek yang berkaitan dalam proses asuhan keperawatan klien yaitu klien, perawat, dan keluarga klien.
Advokat.
Peneliti.
Konselor.
Peran perawat gerontik disesuaikan dengan keadaan klien. Perawat harus memahami keadaan klien, tidak boleh dipaksakan. Hal ini dilakukan demi kebaikan klien.
Penyakit pada Lansia
Penyakit menyerang tubuh manusia tidak memandang usia, siapapun dapat terkena penyakit. Namun saat usia lanjut tubuh akan lebih rentan terkena penyakit karena fungsi imun tubuh semakin menurun. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013) penyakit yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah hipertensi, artritis (radang sendi), stroke, penyakit paru obstruktif kronis, dan diabetes terutama diabetes melitus. Kelima penyakit ini tidak dapat diremehkan, satu penyebab saja dapat menimbulkan beberapa penyakit, seperti makanan yang mengandung banyak lemak dapat menimbulkan komplikasi.
Hipertensiatau tekanan darah tinggi, menjadi penyakit pertama yang paling sering diderita lansia. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan darah distolik lebih dari 90mmHg (Mansjoer, 2001). Soeharto (2002) menyatakan hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah naik dan bertahan pada tekanan tersebut walaupun dalam keadaan relaks. Penyebab utamanya adalah pola makan. Selain itu obesitas, merokok, dan kebiasaan minum alkohol juga dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke secara tiba-tiba.
Penyakit kedua adalah artritis (radang sendi). Dikutip dari helloSEHAT (2017) artritis adalah peradangan sendi yang dapat menyebabkan rasa sakit bagi penderita saat melakukan aktivitas atau bergerak. Penyebab artritis sangat beragam, beda penyebab maka berbeda pula nama penyakitnya.
Depkes RI (1996) mengatakan bahwa stroke adalah kerusakan jaringan otak akibat terhentinya saluran darah ke otak secara tiba-tiba. Terhentinya saluran darah ke otak tersebut dapat disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah karena lemak atau karena pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke biasanya dikaitkan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut cara terjadinya, stroke dibagi dua macam, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik (Misbachdalam, 2009).
Dilansir dari detikhealth penyakit paru obstruktif kronis telah diprediksi oleh WHO akan menjadi penyebab kematian ke-3 di dunia pada tahun 2002. “Penyebab utama PPOK adalah asap rokok dan polusi udara”. (Hadiarto Mangunnegoro, 2009). Dilihat dari penyebabnya memang tidak dapat dipungkiri penderita PPOK akan terus meningkat, karena jumlah perokok juga semakin banyak begitu juga dengan polusi udara.
Makanan memang sering diremehkan tingkat kesehatannya, tidak sedikit yang beranggapan banyak makan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga penyakit tidak dapat menembus  benteng pertahanan tubuh yaitu sistem imun. Pemikiran seperti inilah yang akan menyebabkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang timbul karena kesalahan pola makan adalah diabetes melitus. Dikutip dari Wikipedia (2014) diabetes melitus atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis disebabkan oleh kurangnya hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Jika hormon insulin menurun maka gula dalam darah tidak dapat diproses, terjadilah penyakit diabetes melitus atau penyakit kencing manis.
Setelah mengetahui beberapa penyakit yang rentan menyerang lansia , dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut bukanlah penyakit yang dapat diremehkan. Dengan perawatan yang baik, berbagai penyakit yang akan terjadi dapat dicegah. Diperlukan adanya ilmu keperawatan gerontik untuk menangani penyembuhan penyakit dan terapi medis usia lanjut yaitu geriatrik (Arnoc Amin Tohari, 2011).

Penutup
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa keperawatan gerontik adalah keperawatan pada lansia yang sangat penting untuk dilakukan demi tercapainya usia lanjut yang sehat dan siap dalam menghadapi kematian. Hal ini dapat dilakukan oleh diri sendiri dirumah ataupun oleh tenaga medis di panti.


Daftar Rujukan
Al-Maqassary, A.2013. Pengertian Strok Menurut Para Ahli, (Daring), (www.e-jurnal.com2013/12/pengertian-strok-menurut-para-ahli.html), diakses 6 September 2018.
Anggraini, D.2015. Keperawatan Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/2015/11/18keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 September 2018.
Anggraini, D.2018. Fungsi Perawat Gerontik, (Daring), (dinnyanggraini.mahasiswa.unimus.ac.id/keperawatan-gerontik/fungsi/), diakses tanggal 6 September 2018
Atmaja, A.2009. Konsep Dasar Keperawatan Gerontik, (Daring), (nurscerdas.wordpress.com/2009/01/12/keperawatan-gerontik/), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
detikHealth.2009. Penyakit Paru Obstruktif Kronik Makin Jadi Ancaman, (Daring), (m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-1159570/penyakit-paru-obstruktif-kronik-makin-jadi-ancaman), diakses tanggal 6 Sepetember 2018.
Edwar, E.2018. Keperawatan Gerontik : Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya, (Daring), (www.erwinedwar.com/2018/05/keperawatan-gerontik-pengertian-tujuan.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Hadijah, S. 2017. Hipertensi : Penyebab Hipertensi, Gejala Hipertensi, Pengobatan dan Pencegahannya, (Daring), (www.cermati.com/artikel/hipertensi-penyebab-hipertensi-gejala-hipertensi-pengobatan-dan-pencegahannya), diakses 6 September 2018.
Muhith, A., Siyoto, S.2016. Pendidikan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=U6ApDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:JXpfAv0pAzEJ:scholar.google.com/&ots=k_DMKDbZBK&sig=FXGR_6FaMyEk1xmn5CuNwcp8ycs&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Purwita, R.2017. Peran Perawat Gerontik, (Daring), (www.scribd.com/document/368248235/Peran-Perawat-Gerontik), diakses tanggal 6 September 2018
Samiadi, L.A.2017. Arthritis, (Daring), (hellosehat.com/penyakit/arthritis/), diakses tanggal 6 September 2018.
Sukrillah, U.A.2015. Konsep Asuhan Keperawatan Gerontik, (Daring), (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=58gFDgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA69&dq=info.93AWhmsRhpQJ:scholar.google.com/&ots=IFa-70-adN&sig=vveNayYYMtbBfEiNHJwJnhxS8gk&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false), diakses tanggal 21 September 2018.
Tohari, A.A.2011. Askep Geriatrik, (Daring), (arnocamintohari.blogspot.com/201101/askep-geriatrik_8479.html), diakses tanggal 6 September 2018.
Veratamala, A.2017. 5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia, (Daring), (hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/5-penyakit-pada-lansia-di-indonesia/), diakses tanggal 6 September 2018.
Widyaningrum, S.2013. Hubungan antara Konsumsi Makanan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia, (Daring), (http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5568), diakses tanggal 21 September 2018.
Wikipedia.2014. Diabetes Melitus, (Daring), (id.m.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus), diakses tanggal 6 September 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar